Cerita Rakyat Sumbawa “Sari Bulan”. Kemewahan belum tentu memberikan kebahagiaan. Dan kebahagiaan belumlah pasti merupakan kemewahan. Hal seperti itu dirasakan oleh Datu Panda’i, putera mahkota suatu kerajaan di daerah Sumbawa: bagian timur. Kemewahan istana serta segala pelayan istimewa buat dirinya tak mampu menghIlangkan duka cita yang selalu diderita. Pada suatu malam Datu Panda’i bermimpi. Mimpi itu sangat mempengaruhi jiwanya. la bermimpi mengawini seorang putri yang bernama Sari Bulan. Putri itu cantik jelita. Inilah yang mengganggu jiwanya. la selalu sangsi, apakah ia akan mendapatkan hal seperti itu dalam alam nyata. Maka segala daya upaya untuk menenangkan hati diikhtiarkan, tetapi tak ada jalan lain kecuali memperoleh gadis serupa dengan gadis yang dikawininya dalam mimpi. Karena itu dipersiapkanlah suatu armada yang kuat dan kokoh. Datu Panda’i sendiri turut serta dalam rombongan sebab tak mungkin armada akan memperoleh gadis yang dimaksud tanpa mengetahui wajah gadis yang dicari . Dalam perjalanan armada pencari gadis Sari Bulan memakan waktu cukup lama. Puluhan kali mereka kehabisan bekal. Ratusan Selat dan laut yang telah mereka layari. Banyak gadis yang bernama Sari Bulan, tetapi syarat-syarat yang diidamkan oleh Datu Panda’i belum memadai. Ada yang putih kuning berambut panjang tetapi celaka karena gadis itu menderita kudis.” Pada hari yang ke 672, perahu kembali kehabisan air. Rombongan berusaha mencari pantai terdekat. Didekatinya pantai yang mirip senuah pelabuhan dan dihuni oleh banyak manusia. Awak perahu diturunkan. Mereka ditugaskan mencari air minum. Menjelang Asar terdengar cekikikan gadis-gadis. Mereka mendekati sumur untuk mengambil air. Kian dekat mereka tampak makin Jelas dari balik semak dan pagar keliling. Melihat orang asing mereka merasa cemas, tetapi mereka bekerja terus. Periuk diletakkan menanti giliran menimba. Mereka tampak cantik, montok, manis, sehat dan remaja. Tampaknya tak layak sebagai pencari air. Awak perahu terpesona. Mereka kagum memandang gadis-gadis itu. Bibimya terasa kaku, Lidah terasa kelu. Semua diam, lupa akan tujuannya. Demikian juga gadis-gadis itu. Mereka pun sampai membisu. Setelah regu pengangkut air kembah dari perahu, barulah mereka ingat akan tugasnya untuk mencari pasangan hidup buat Datu Panda’i. Salah seorang awak perahu membuka percakapan Dia berusaha keras menguasai diri. Agak lama bibirnya bergerakgerak. Dan dengan suatu getaran terlontar kata-katanya. “Kalian cantik-cantik semua ya?” Mendengar itu gadis-gadis itu tersenyum. “Adakah di kampung kaIian, gadis bernama Sari Bulan?” “0, ya, ada. Yang satu baru sebulan kawin. Sari Bulan yang lain scbentar lagi datang juga mengambil air.” “Benarkah itu” “Ada apa kalian dengan Sari Bulan. Apakah kalian mempunyai pertalian darah “ “Kami cuma ingin tahu,” jawab awak perahu membohong. Semua yang dilihat dan didengar diceriterakan kepada Datu Panda’i. la diminta turun sebelum hiruk pikuk gadis pengangkut air itu mereda. Kecantikan gadis kampung tersebut ingin dibuktikan sendiri oleh Datu Panda’i. Ia turun dengan tidak membawa tanda kebesaran. Pada saat yang tepat, Datu Panda’i bertemu dengan gadis-gadis itu. Mereka datang dari arah kampung, sedang Datu Panda’i dari laut. Seorang di antaranya dikawal oleh bapaknya. Para awak perahu seorang pun tak ada yang buka mulut. Semua diam. Dan Datu Panda’i terpaku, kagum menikmati kecantikan dan kemolekan gadis tersebut. Suatu mimpi yang kini menjadi kenyataan. Dalam hati Datu Panda’i bersyukur. Dengan diam ia mencari tempat duduk di benjolan akar sebatang pohon yang terletak di dekat sumur. Betapa pun jumlah biaya yang telah habis serta pengorbanan yang besar, kini idamannya hampir terpenuhi. Tapi benarkah gadis itu bernama Sari Bulan. Hal itu bukan lagi menjadi persoalan. Paras dan kecantikannya tepat seperti apa yang diimpikan. Siapa pun namanya tak akan menjadi halangan. Tiba-tiba bapak gadis itu mendekat ke sumur dan berkata. “Sari Bulan, bawa periukmu kemari!” Mendengar nama itu darah berahi Datu, Panda’i tersirap. Datu, Panda’i merasa yakin bahwa dia tidak salah dengar. Dan sementara itu juragan Datu Panda’i yang tahu tugas itu, langsung melanjutkan percakapan untuk menghalau kesenyapan. “Bapak, dapatkah bapak menolong kami?” “KaIian terlalu sopan. Kalian dari mana dan hendak ke mana? Tak ada alasan bagi diri kami untuk menolak kedatangan kalian ke kampung atau ke rumah kami.” “Tujuan kami cuma satu, yaitu mencari pasangan hidup Datu Panda’i.” Mendengar kata-kata itu tersirap darah sang bapak. Suasana kembali hening. Sementara itu suara timba terdengar turun naik. Ketika gadis yang bemama Sari Bulan itu mengangkat periuk air, sang bapak mempersIlakan mereka dengan sangat serius. Bukan sekedar basa basi. Dari sinilah diawali suatu pergaulan, yang akhimya memberikan kebahagiaan kepada Datu Panda’l. Ia berhasil mempersunting Sari Bulan, idaman hati yang dicapai dengan perjalanan panjang. Di atas segala kemeriahan itu, kebahagiaan Datu Panda’i tiada taranya. Sari Bulan pun demikian. Dahulu ia,selalu dipingitdan dikawal oleh ayahnya, tetapi kini ia bebasmendampingi Datu, Panda’i. Kebahagiaan mereka hampir tak terbatas. Kecintaan Datu Panda’i pada Sari Bulan pun tiada berhingga. Demikianlah diceriterakan . Mereka hidup amat rukun dengan semua keluarga serta kaum kerabat. Dan Datu Panda’i tak ingin memboyong Sari Bulan ke istana secepatnya. Ia selalu menenggangrasapada semua keluarga ,Sari Bulan. Upacara’ tujuh bulan kehamilan Sari Bulan diselenggarakan di rumah mertuanya. Sejak ngidam, segala keinginan Sari Bulan dipenuhi dan diusahakan sedapat-dapatnya oleh Datu Panda’i.  Kecuali suatu hal yang belum dapat dipenuhi oleh Datu Panda’i , yaitu memberikan daging menjangan: Memang sulit. daging’ menjangan itu harus dicari kepulau-pulau’ rakit atau ke pulau Dewa. Akhirnya tibalah saat Datu Panda’i harus membawa istrinya ke istana indah di negerinya. Mertuanya memberi nasehat. “Dalam perjalanan atau pelayaran, jangan sampai singgah di pulau Dewa. Apa pun yang terjadi.” Demikianlah pelayaran “dalam suasana perihatin. Keinginan istrinya belum terpenuhi. Sari Bulan dalam keadaan hamil. Terlalu banyak permintaan. Yang sangat berat adalah keinginannya untuk menikmati daging mcnjangan. Bahkan sampai menitikkan air mata dan liurnya mengalir dengan deras. Keadaan ini melupakan Datu Panda’i akan nasehat mertuanya. Cinta dan kasih sayang terhadap Sari Bulan tak ada yang me-nandingi. Datu Panda’i memutuskan untuk memburu menjangan di pulau Dewa. Dan perahu pun berlabuhlah di salah satu pantai pulau iru. Datu Panda’i pun dengan segenap pengikutnya turun ke darat. Tinggal Sari Bulan seorang diri. Tersebutlah, bahwa penghuni pulau Dewa adalah para Jin, dan iblis, dengan segala macam kelicikan-kelicikan dan kejahatannya. Konon di daerah pelabuhan tempat Sari Bulan berlabuh, termasuk dalam wilayah kekuasaan mereka. Di antara penduduk pulau tersebut terdapat pula makhluk yang bernama Doro dan pelayan perempuannya bernama Kunti. Segala macam pekerjaan dikerjakan oleh Kunti demi untuk Tuannya. Kunti adalah gadis iblis dengan sifat-sifatnya yang amat buruk. Perahu itu adalah perahunya Sari Bulan yang sedang ditinggalkan oleh suaminya. Dan sampan lumpan itu pun mendekati perahu. “Perahu siapa ini,” teriak Kunti dari bawah. “Perahu Datu Panda’i, suaminya Sari Bulan,” jawab Sari bulan dari atas perahu. “Kau sendirian?” tanya Kunti sambil memendam rencana jahat. Dalam sekejap, Kunti berhasil menaiki perahu. Tanpa banyak bicara Kunti merampas semua milik perahu. Dan terjadilah perebutan kedudukan, kedudukan sebagai permaisuri Datu Panda’i. Akhirnya Sari Bulan yang sedang hamil itu pun tak kuasa melawan iblis. Ia cuma menyerahkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Semua keadaan diterimanya dengan tabah. Sungguh mengerikan. Kedua mata Sari Bulan dicungkil alen Kunti. Dalam keadaan tak berdaya, Sari Bulan digelindingkan ke laut. Kunti merasa puas dengan keadaan itu. Rambut Sari Bulan yangpanjang dan menarik itu, tersangkut pada kemudi di dalam air. Dalam kekuatiran Kunti pun menyusun siasat baru. Pakoknya, Kunti harus dapat menggantikan kedudukan Sari Bulan sebagai permaisuri Datu Panda’i. Untuk itu segala macam perhiasan yang dibawa oleh Sari Bulan dicabanya satu demi satu, namun tak berhasil. Sari Bulan indah rupawan, sedangkan kunti bermuka jelek. Kini diceriterakan Datu Panda’i kembali dari perburuan dan hanya memperoleh seekar anak menjangan. Daripada tidak sama sekali, lebih baik membawa hasil demi untuk memeriuhi keinginan Sari Bulan yang sedang hamil. “Betapa nanti ocehan para penyambut di pelabuhan. Berkelana jauh cuma mendapatkan istri yang buruk sejelek ini.” ltulah yang dipikirkannya. Akhirnya diceriterakan, kapal berlabuh di pelabuhan kerajaan. Para penyambut memenuhi darmaga. Rasa malu pada Datu Panda’i kian membenam. Tak sepatah kata pun yang keluar dari mulut Datu Panda’i. Sedang Kunti permaisuri haramitu, sebaliknya amat bertingkah. Tak mau turun tanpa diusung di atas tandu. Kereta tak laku buat Kunti. Usungan harus di atas pundak duabelas pengawal. Akan halnya Datu Panda’i yang ketika waktu berangkat tiada riang, kini juga dalam keadaan seperti semula. Tak ada rasa bangga lagi seperti ketika bersanding dengan Sari Bulan. Mencari idaman dan menyusuri dunia dalam pengembaraan yang panjang hanya memperoleh Kunti yang buruk. Kutukankah ini, atau cobaan? Datu Panda’i tidak mengetahuinya. Hatinya rusak tiada berobat. la ingin sekali melupakan semuanya. Maka akhirnya Datu Panda’i menjadi penjudi tingkat tinggi. Pacuan kuda, sabungan ayam dan sederet macam aduan yang lain digaulinya. Harta kerajaan istana tak luput tergaelai. Untunglah tak sampai membangkrutkan rakyatnya. Pada pelayaran Datu Panda’i dari pulau Dewa ke pelabuhan kerajaan, dengan tak diketahui terseret tubuh Sari Bulan yang tak sadar akan dirinya lagi. Kedua matanya berongga tak berbiji. Dalam keadaan hamil, Sari Bulan terlepas dari sangkutan kemudi, dan langsung diselamatkan oleh kerang raksasa. Dengan kerang raksasa itu, Sari Bulan terbawa ombak dan terdampar di pantai, Sari Bulan melahirkan anaknya di pantai dalam keadaan tak sadar. Selanjutnya dikisahkan Sari Bulan bersama anaknya yang bernama Aipad hidup dalam segala kemelaratan. Hingga Aipad bisa berjalan dan berbicara, nasib mereka tidak berubah. Mereka anak beranak hidup dari hasil matila, Kerang raksasa yang menyelamatkannya dalam pelayaran tak lama hidup. Kulitnya dijadikan tempat berteduh. Sari Bulan dengan anaknya tak sanggup membangun. Pada suatu hari sebagaimana biasa, Aipad kembali matila kepada seorang tak dikenalnya. Dimintanya seekor ikan yang terbesar di antara ikan-ikan lain. Nelayan tersebut diketahui sebagai keluarga yang tak mempunyai anak. Ia sangat senang dan sayang pada Aipad. Tapi Aipad tak pernah mau tinggal bersamanya, dan malahan Aipad merahasiakan tempat tinggalnya. Konon dari perut ikan yang diberikan oleh nelayan mandul tersebut, Aipad menemukan kedua biji mata ibunya. Ibunya kembali seperti sediakala dengan memasang kedua biji mata itu. Dan kejadian ini diceriterakannya kepada nelayan itu, Untuk membalas jasa baik nelayan tersebut, Aipad menawarkan diri bersama ibunya untuk mengabdi kepada keluarga tersebut. Betapa girangnya nelayan itu. Ia telah memperoleh dua orang murid. Selama ini ia sangat mendambakan kehadiran seseorang anak di tengah-tengah rumah tangganya. Dari kejadian ini diketahuilah nama nelayan itu. Ia bernama Tangko. Setelah Aipad bersama Sari Bulan berada di keluarga nelayan itu Tangko menjadi amat bahagia. Rezeki menjadi murah. Aipad sangat dimanjakan. Kegemaran Aipad yang utama adalah pacuan kuda, sedang Sari Bulan membuka usaha sulam menjulam. Hasil karyanya memang indah. Latar belakang hidupnya semua diceriterakan kepada Tangko, karena itu Tangleo bangga dan bahagia. Biarlah, kita akan melihat bagaimana perjalan, hidup’ dengan sang nasib,” kata Tangko menyambung ceritera Sari Bulan.Ketika ceritera itu diucapkan Sari Bulan, Aipad sedang asyiknya bertaruh pada suatu perlombaan pacuan kuda yang terbesar di daerahnya. Begitulah. Beberapa pacuan dan perlombaan selalu diikuti oleh Aipad. Ia hampir tak pernah kalah. Aiapad sangat teliti memelihara kuda. Tempat memandikan kuda pun tersendiri. pula. Beberapa tahun kemudian, terdengarlah berita bahwa kerajaan akfin mengadakan suatu pacuan kuda secara meriah dengan taruhan’ yang amat besar. Taruhan terendah adalah sepasang kerbau, Aipad berketetapan hati untuk ikut serta. Apa pun yang terjadi perlombaan itu adalah perlombaan luar biasa. Pembesar-pembesar istana hampir semua turut serta. Karena semua orang maklum bahwa taruhan raja adalah mahkotanya. Kekalahan raja berarti mahkota berpindah, dan sebaliknya yang kalah jadi budak istana, dan harta bendanya lenyap. Demikianlah pacuan kuda dimula. Banyak hati dicekam debaran hati yang kuat. Berbagai mantera dan doa berseliweran diucapkan. Dan, Yang Maha Kuasa bertindak lain. Banyak orang membunuh diri karena kalah. Kuda Aipad meringkik terus menerus. Penonton menjadi heran di panggung kehormatan. Timbul keanehan. Kuda Aipad yang senang meringkik itu, suaranya aneh. “Huiiihiiihiii ‘” abeaaaak he ke hua hapaaa … hapaaaaahe ke huaaaaa abaaaak !” “Ahek,” kata Aiapad pada temannya. “Aneh kudaku, ada apa ini? Apa yang akan terjadi?” Pihak raja dan pembesar-pembesar pun terpaku dan merasa khawatir. Dalam hati mereka bertanya, menanyakan apa yang akan terjadi. Dan akhirnya perlombaan dimenangkan oleh Aipad. Tapi ia tidaklah segembira Tangko ayah angkatnya. “Aipad jadi raja. Aipad  jadi Datu. Anak tidak tahu Bapak. Bapak tidak mengenal anak, “terial Tangko di arena. Datu Panda’i pucat Penentuan acara penyerahan mahkota diumumkan oleh Perdana Menteri, bahwa yang menang adalah Aipad anak Tangko. Ia diharapkan hadir bersama seluruh keluarganya di istana nanti malam. Selayaknya sebagai pemenang, Aipad bersama ibu berangkat ke istana dengan segala keindahan yang dapat dijangkaunya. Pada kata penerimaan Aipad sebagai Datu, raja baru, Aipad memperkenalkan seluruh keluarganya dan tentang Sari Bulan ibunyalah yang lebih banyak diceriterakannya. Tak ayal lagi, Panda’i menitikkan air bahagia dan haru. dan, semua hadirin dan rakyat bersuka ria dengan amat puas. Kembalilah Datu Panda’i, hidup rukun bersama anaknya yang berhak menjadi raja dan Sari Bulan kembali menjadi istrinya. Sungguh kekalahan yang nikmat bagi Datu Panda’i. Untuk mengenang jasa dan jerih payan Tangka, bapak angkatnya, yang memelihara dalam kasih sayang seorang bapak, maka Aipad memutuskan untuk mengganti nama kerajaan menjadi kerajaan Tangka. Akan halnya Kunti”,yang mengkhianati Sari Bulan, aleh Aipad dihukum dalam sumur yang dalam. Kunti meringkuk dalam sumur yang tertutup rapat. Cuma sebatang buluh buat saluran pernapasan. Dan Kunti mati dalam sumur tersebut. Kulit kerang raksasa yang menyelamatkan Sari Bulan, hingga saat ini masih ditemui di tempat ceritera ini terjadi, di sebelah Kecamatan Empang. Demikian juga dalam Tangka, Aipad, Sari Bulan dan pulau Dewa, masih dapat kita saksikan. (Source: ihinsolihin.com)

Cerita Rakyat Sumbawa “Sari Bulan”.

Kemewahan belum tentu memberikan kebahagiaan. Dan kebahagiaan belumlah pasti merupakan kemewahan. Hal seperti itu dirasakan oleh Datu Panda’i, putera mahkota suatu kerajaan di daerah Sumbawa: bagian timur. Kemewahan istana serta segala pelayan istimewa buat dirinya tak mampu menghIlangkan duka cita yang selalu diderita.

Pada suatu malam Datu Panda’i bermimpi. Mimpi itu sangat mempengaruhi jiwanya. la bermimpi mengawini seorang putri yang bernama Sari Bulan. Putri itu cantik jelita. Inilah yang mengganggu jiwanya. la selalu sangsi, apakah ia akan mendapatkan hal seperti itu dalam alam nyata.

Maka segala daya upaya untuk menenangkan hati diikhtiarkan, tetapi tak ada jalan lain kecuali memperoleh gadis serupa dengan gadis yang dikawininya dalam mimpi. Karena itu dipersiapkanlah suatu armada yang kuat dan kokoh. Datu Panda’i sendiri turut serta dalam rombongan sebab tak mungkin armada akan memperoleh gadis yang dimaksud tanpa mengetahui wajah gadis yang dicari .

Dalam perjalanan armada pencari gadis Sari Bulan memakan waktu cukup lama. Puluhan kali mereka kehabisan bekal. Ratusan Selat dan laut yang telah mereka layari. Banyak gadis yang bernama Sari Bulan, tetapi syarat-syarat yang diidamkan oleh Datu Panda’i belum memadai. Ada yang putih kuning berambut panjang tetapi celaka karena gadis itu menderita kudis.”

Pada hari yang ke 672, perahu kembali kehabisan air. Rombongan berusaha mencari pantai terdekat. Didekatinya pantai yang mirip senuah pelabuhan dan dihuni oleh banyak manusia. Awak perahu diturunkan. Mereka ditugaskan mencari air minum.

Menjelang Asar terdengar cekikikan gadis-gadis. Mereka mendekati sumur untuk mengambil air. Kian dekat mereka tampak makin Jelas dari balik semak dan pagar keliling. Melihat orang asing mereka merasa cemas, tetapi mereka bekerja terus. Periuk diletakkan menanti giliran menimba.

Mereka tampak cantik, montok, manis, sehat dan remaja. Tampaknya tak layak sebagai pencari air. Awak perahu terpesona. Mereka kagum memandang gadis-gadis itu. Bibimya terasa kaku, Lidah terasa kelu. Semua diam, lupa akan tujuannya. Demikian juga gadis-gadis itu. Mereka pun sampai membisu.

Setelah regu pengangkut air kembah dari perahu, barulah mereka ingat akan tugasnya untuk mencari pasangan hidup buat Datu Panda’i. Salah seorang awak perahu membuka percakapan Dia berusaha keras menguasai diri. Agak lama bibirnya bergerakgerak. Dan dengan suatu getaran terlontar kata-katanya.

“Kalian cantik-cantik semua ya?”

Mendengar itu gadis-gadis itu tersenyum.

“Adakah di kampung kaIian, gadis bernama Sari Bulan?” “0, ya, ada. Yang satu baru sebulan kawin. Sari Bulan yang lain

scbentar lagi datang juga mengambil air.”

“Benarkah itu”

“Ada apa kalian dengan Sari Bulan. Apakah kalian mempunyai pertalian darah “

“Kami cuma ingin tahu,” jawab awak perahu membohong. Semua yang dilihat dan didengar diceriterakan kepada Datu Panda’i. la diminta turun sebelum hiruk pikuk gadis pengangkut air itu mereda. Kecantikan gadis kampung tersebut ingin dibuktikan sendiri oleh Datu Panda’i. Ia turun dengan tidak membawa tanda kebesaran. Pada saat yang tepat, Datu Panda’i bertemu dengan gadis-gadis itu. Mereka datang dari arah kampung, sedang Datu Panda’i dari laut. Seorang di antaranya dikawal oleh bapaknya. Para awak perahu seorang pun tak ada yang buka mulut. Semua diam. Dan Datu Panda’i terpaku, kagum menikmati kecantikan dan kemolekan gadis tersebut.

Suatu mimpi yang kini menjadi kenyataan. Dalam hati Datu Panda’i bersyukur. Dengan diam ia mencari tempat duduk di benjolan akar sebatang pohon yang terletak di dekat sumur.

Betapa pun jumlah biaya yang telah habis serta pengorbanan yang besar, kini idamannya hampir terpenuhi. Tapi benarkah gadis itu bernama Sari Bulan. Hal itu bukan lagi menjadi persoalan. Paras dan kecantikannya tepat seperti apa yang diimpikan. Siapa pun namanya tak akan menjadi halangan. Tiba-tiba bapak gadis itu mendekat ke sumur dan berkata.

“Sari Bulan, bawa periukmu kemari!”

Mendengar nama itu darah berahi Datu, Panda’i tersirap. Datu, Panda’i merasa yakin bahwa dia tidak salah dengar. Dan sementara itu juragan Datu Panda’i yang tahu tugas itu, langsung melanjutkan percakapan untuk menghalau kesenyapan.

“Bapak, dapatkah bapak menolong kami?”

“KaIian terlalu sopan. Kalian dari mana dan hendak ke mana?

Tak ada alasan bagi diri kami untuk menolak kedatangan kalian ke kampung atau ke rumah kami.”

“Tujuan kami cuma satu, yaitu mencari pasangan hidup Datu Panda’i.”

Mendengar kata-kata itu tersirap darah sang bapak. Suasana kembali hening. Sementara itu suara timba terdengar turun naik. Ketika gadis yang bemama Sari Bulan itu mengangkat periuk air, sang bapak mempersIlakan mereka dengan sangat serius. Bukan sekedar basa basi. Dari sinilah diawali suatu pergaulan, yang akhimya memberikan kebahagiaan kepada Datu Panda’l. Ia berhasil mempersunting Sari Bulan, idaman hati yang dicapai dengan perjalanan panjang.

Di atas segala kemeriahan itu, kebahagiaan Datu Panda’i tiada taranya. Sari Bulan pun demikian. Dahulu ia,selalu dipingitdan dikawal oleh ayahnya, tetapi kini ia bebasmendampingi Datu, Panda’i. Kebahagiaan mereka hampir tak terbatas. Kecintaan Datu Panda’i pada Sari Bulan pun tiada berhingga. Demikianlah diceriterakan .

Mereka hidup amat rukun dengan semua keluarga serta kaum kerabat. Dan Datu Panda’i tak ingin memboyong Sari Bulan ke istana secepatnya. Ia selalu menenggangrasapada semua keluarga ,Sari Bulan. Upacara’ tujuh bulan kehamilan Sari Bulan diselenggarakan di rumah mertuanya. Sejak ngidam, segala keinginan Sari Bulan dipenuhi dan diusahakan sedapat-dapatnya oleh Datu Panda’i.  Kecuali suatu hal yang belum dapat dipenuhi oleh Datu Panda’i

, yaitu memberikan daging menjangan: Memang sulit. daging’

menjangan itu harus dicari kepulau-pulau’ rakit atau ke pulau Dewa.

Akhirnya tibalah saat Datu Panda’i harus membawa istrinya ke istana indah di negerinya. Mertuanya memberi nasehat.

“Dalam perjalanan atau pelayaran, jangan sampai singgah di pulau Dewa. Apa pun yang terjadi.”

Demikianlah pelayaran “dalam suasana perihatin. Keinginan istrinya belum terpenuhi. Sari Bulan dalam keadaan hamil. Terlalu banyak permintaan. Yang sangat berat adalah keinginannya untuk menikmati daging mcnjangan. Bahkan sampai menitikkan air mata dan liurnya mengalir dengan deras.

Keadaan ini melupakan Datu Panda’i akan nasehat mertuanya. Cinta dan kasih sayang terhadap Sari Bulan tak ada yang me-nandingi. Datu Panda’i memutuskan untuk memburu menjangan di pulau Dewa. Dan perahu pun berlabuhlah di salah satu pantai pulau iru. Datu Panda’i pun dengan segenap pengikutnya turun ke darat. Tinggal Sari Bulan seorang diri.

Tersebutlah, bahwa penghuni pulau Dewa adalah para Jin, dan iblis, dengan segala macam kelicikan-kelicikan dan kejahatannya. Konon di daerah pelabuhan tempat Sari Bulan berlabuh, termasuk dalam wilayah kekuasaan mereka.

Di antara penduduk pulau tersebut terdapat pula makhluk yang bernama Doro dan pelayan perempuannya bernama Kunti. Segala macam pekerjaan dikerjakan oleh Kunti demi untuk Tuannya. Kunti adalah gadis iblis dengan sifat-sifatnya yang amat buruk.

Perahu itu adalah perahunya Sari Bulan yang sedang ditinggalkan oleh suaminya. Dan sampan lumpan itu pun mendekati perahu.

“Perahu siapa ini,” teriak Kunti dari bawah.

“Perahu Datu Panda’i, suaminya Sari Bulan,” jawab Sari bulan dari atas perahu.

“Kau sendirian?” tanya Kunti sambil memendam rencana jahat. Dalam sekejap, Kunti berhasil menaiki perahu. Tanpa banyak bicara Kunti merampas semua milik perahu. Dan terjadilah perebutan kedudukan, kedudukan sebagai permaisuri Datu Panda’i.

Akhirnya Sari Bulan yang sedang hamil itu pun tak kuasa melawan iblis. Ia cuma menyerahkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Semua keadaan diterimanya dengan tabah. Sungguh mengerikan. Kedua mata Sari Bulan dicungkil alen Kunti. Dalam keadaan tak berdaya, Sari Bulan digelindingkan ke laut. Kunti merasa puas dengan keadaan itu. Rambut Sari Bulan yangpanjang dan menarik itu, tersangkut pada kemudi di dalam air. Dalam kekuatiran Kunti pun menyusun siasat baru. Pakoknya, Kunti harus dapat menggantikan kedudukan Sari Bulan sebagai permaisuri Datu Panda’i. Untuk itu segala macam perhiasan yang dibawa oleh Sari Bulan dicabanya satu demi satu, namun tak berhasil. Sari Bulan indah rupawan, sedangkan kunti bermuka jelek.

Kini diceriterakan Datu Panda’i kembali dari perburuan dan hanya memperoleh seekar anak menjangan. Daripada tidak sama sekali, lebih baik membawa hasil demi untuk memeriuhi keinginan Sari Bulan yang sedang hamil.

“Betapa nanti ocehan para penyambut di pelabuhan. Berkelana jauh cuma mendapatkan istri yang buruk sejelek ini.” ltulah yang dipikirkannya. Akhirnya diceriterakan, kapal berlabuh di pelabuhan kerajaan.

Para penyambut memenuhi darmaga. Rasa malu pada Datu Panda’i kian membenam. Tak sepatah kata pun yang keluar dari mulut Datu Panda’i. Sedang Kunti permaisuri haramitu, sebaliknya amat bertingkah. Tak mau turun tanpa diusung di atas tandu. Kereta tak laku buat Kunti. Usungan harus di atas pundak duabelas pengawal. Akan halnya Datu Panda’i yang ketika waktu berangkat tiada riang, kini juga dalam keadaan seperti semula. Tak ada rasa bangga lagi seperti ketika bersanding dengan Sari Bulan.

Mencari idaman dan menyusuri dunia dalam pengembaraan yang panjang hanya memperoleh Kunti yang buruk. Kutukankah ini, atau cobaan? Datu Panda’i tidak mengetahuinya. Hatinya rusak tiada berobat. la ingin sekali melupakan semuanya.

Maka akhirnya Datu Panda’i menjadi penjudi tingkat tinggi.

Pacuan kuda, sabungan ayam dan sederet macam aduan yang lain digaulinya. Harta kerajaan istana tak luput tergaelai. Untunglah tak sampai membangkrutkan rakyatnya. Pada pelayaran Datu Panda’i dari pulau Dewa ke pelabuhan kerajaan, dengan tak diketahui terseret tubuh Sari Bulan yang tak sadar akan dirinya lagi. Kedua matanya berongga tak berbiji. Dalam keadaan hamil, Sari Bulan terlepas dari sangkutan kemudi, dan langsung diselamatkan oleh kerang raksasa. Dengan kerang raksasa itu, Sari Bulan terbawa ombak dan terdampar di pantai, Sari Bulan melahirkan anaknya di pantai dalam keadaan tak sadar.

Selanjutnya dikisahkan Sari Bulan bersama anaknya yang bernama Aipad hidup dalam segala kemelaratan. Hingga Aipad bisa berjalan dan berbicara, nasib mereka tidak berubah. Mereka anak beranak hidup dari hasil matila,

Kerang raksasa yang menyelamatkannya dalam pelayaran tak lama hidup. Kulitnya dijadikan tempat berteduh. Sari Bulan dengan anaknya tak sanggup membangun.

Pada suatu hari sebagaimana biasa, Aipad kembali matila kepada seorang tak dikenalnya. Dimintanya seekor ikan yang terbesar di antara ikan-ikan lain. Nelayan tersebut diketahui sebagai keluarga yang tak mempunyai anak. Ia sangat senang dan sayang pada Aipad. Tapi Aipad tak pernah mau tinggal bersamanya, dan malahan Aipad merahasiakan tempat tinggalnya.

Konon dari perut ikan yang diberikan oleh nelayan mandul tersebut, Aipad menemukan kedua biji mata ibunya. Ibunya kembali seperti sediakala dengan memasang kedua biji mata itu. Dan kejadian ini diceriterakannya kepada nelayan itu, Untuk membalas jasa baik nelayan tersebut, Aipad menawarkan diri bersama ibunya untuk mengabdi kepada keluarga tersebut.

Betapa girangnya nelayan itu. Ia telah memperoleh dua orang murid. Selama ini ia sangat mendambakan kehadiran seseorang anak di tengah-tengah rumah tangganya. Dari kejadian ini diketahuilah nama nelayan itu. Ia bernama Tangko.

Setelah Aipad bersama Sari Bulan berada di keluarga nelayan itu Tangko menjadi amat bahagia. Rezeki menjadi murah. Aipad sangat dimanjakan. Kegemaran Aipad yang utama adalah pacuan kuda, sedang Sari Bulan membuka usaha sulam menjulam. Hasil karyanya memang indah. Latar belakang hidupnya semua diceriterakan kepada Tangko, karena itu Tangleo bangga dan bahagia.

Biarlah, kita akan melihat bagaimana perjalan, hidup’ dengan sang nasib,” kata Tangko menyambung ceritera Sari Bulan.Ketika ceritera itu diucapkan Sari Bulan, Aipad sedang asyiknya bertaruh pada suatu perlombaan pacuan kuda yang terbesar di daerahnya.

Begitulah. Beberapa pacuan dan perlombaan selalu diikuti oleh

Aipad. Ia hampir tak pernah kalah. Aiapad sangat teliti memelihara kuda. Tempat memandikan kuda pun tersendiri. pula. Beberapa tahun kemudian, terdengarlah berita bahwa kerajaan akfin mengadakan suatu pacuan kuda secara meriah dengan taruhan’ yang amat besar. Taruhan terendah adalah sepasang kerbau, Aipad berketetapan hati untuk ikut serta. Apa pun yang terjadi perlombaan itu adalah perlombaan luar biasa.

Pembesar-pembesar istana hampir semua turut serta. Karena semua orang maklum bahwa taruhan raja adalah mahkotanya. Kekalahan raja berarti mahkota berpindah, dan sebaliknya yang kalah jadi budak istana, dan harta bendanya lenyap.

Demikianlah pacuan kuda dimula. Banyak hati dicekam debaran hati yang kuat. Berbagai mantera dan doa berseliweran diucapkan. Dan, Yang Maha Kuasa bertindak lain. Banyak orang membunuh diri karena kalah.

Kuda Aipad meringkik terus menerus. Penonton menjadi heran di panggung kehormatan. Timbul keanehan. Kuda Aipad yang senang meringkik itu, suaranya aneh.

“Huiiihiiihiii ‘” abeaaaak he ke hua hapaaa … hapaaaaahe ke huaaaaa abaaaak !”

“Ahek,” kata Aiapad pada temannya. “Aneh kudaku, ada apa ini? Apa yang akan terjadi?”

Pihak raja dan pembesar-pembesar pun terpaku dan merasa khawatir. Dalam hati mereka bertanya, menanyakan apa yang akan terjadi. Dan akhirnya perlombaan dimenangkan oleh Aipad. Tapi ia tidaklah segembira Tangko ayah angkatnya.

“Aipad jadi raja. Aipad  jadi Datu. Anak tidak tahu Bapak.

Bapak tidak mengenal anak, “terial Tangko di arena. Datu Panda’i pucat Penentuan acara penyerahan mahkota diumumkan oleh Perdana Menteri, bahwa yang menang adalah Aipad anak Tangko. Ia diharapkan hadir bersama seluruh keluarganya di istana nanti malam.

Selayaknya sebagai pemenang, Aipad bersama ibu berangkat ke istana dengan segala keindahan yang dapat dijangkaunya.

Pada kata penerimaan Aipad sebagai Datu, raja baru, Aipad memperkenalkan seluruh keluarganya dan tentang Sari Bulan ibunyalah yang lebih banyak diceriterakannya. Tak ayal lagi, Panda’i menitikkan air bahagia dan haru. dan, semua hadirin dan rakyat bersuka ria dengan amat puas. Kembalilah Datu Panda’i, hidup rukun bersama anaknya yang berhak menjadi raja dan Sari Bulan kembali menjadi istrinya. Sungguh kekalahan yang nikmat bagi Datu Panda’i. Untuk mengenang jasa dan jerih payan Tangka, bapak angkatnya, yang memelihara dalam kasih sayang seorang bapak, maka Aipad memutuskan untuk mengganti nama kerajaan menjadi kerajaan Tangka. Akan halnya Kunti”,yang mengkhianati Sari Bulan, aleh Aipad dihukum dalam sumur yang dalam. Kunti meringkuk dalam sumur yang tertutup rapat. Cuma sebatang buluh buat saluran pernapasan. Dan Kunti mati dalam sumur tersebut.

Kulit kerang raksasa yang menyelamatkan Sari Bulan, hingga saat ini masih ditemui di tempat ceritera ini terjadi, di sebelah Kecamatan Empang. Demikian juga dalam Tangka, Aipad, Sari Bulan dan pulau Dewa, masih dapat kita saksikan.

(Source: ihinsolihin.com)

Tahapan Akhir Dalam Masa Kuliah Tahap penyusunan skripsi atau baru mau mulai nyusun, pastinya terpusing pusing nie. Moga aje cepetan ilang pusingnya. Ane mau kasih dikit tips ne. Moga bermanfaat. Memilih tema. Ada bermacam cara buat milih tema, gan. Cara pertama dg memilih bidang n’ materi yg paling diminati. Misal, agan minat bidang manajemen marketing, khususnya pada poin marketing mix dikaitkan dengan penjualan produk. Untk studi kesehatan, misal agan minta di masalah gizi dikaitkan dg kekebalan tubuh. Langkah slanjutnya, agan-agan dapat kaitkan dg isu atau masalah riil yg dijumpai di suatu lokasi, misal, marketing mix di PT. X dikaitkan dengan penjualan produk Y. untuk bidang kesehatan, misal status gizi dikaitkan dengan kekebalan tubuh anak di RS X. Mengapa harus di kaitkan dengan kondisi riil di suatu lokasi? Karena penelitian skripsi adalah meneliti suatu kondisi riil dipandang dari teori-teori yang berkembang. Jadi, kondisi riil adalah poin yang utama. Menentukan judul. Dalam menentukan judul, agan-agan sebaiknya tau apakah mau buat riset kualitatif (tanpa statistik) atau kuantitatif (dg statistik). Kalau kuantitatif, agan bisa gunakan judul dg kata ‘pengaruh’ atau ‘hubungan’ yg sifatnya secara langsung mengaitkan variabel-variabel yg agan buat tadi (dalam contoh di atas adalah marketing mix dan penualan produk; status gizi dan kekebalan tubuh). Pada penelitian kuantitatif, judul jadi: pengaruh marketing mix terhadap penjualan produk A di PT X. Untk kesehatan: Pengaruh status gizi thd kekebalan tubuh anak di RS X. (noh, dah dapet judul kan?) Menyusun latar belakang masalah. Latar belakang masalah memuat hal hal yg melatarbelakangi penulisan, yg disertai konsep dan sumber konsep yg jelas, yg terkait dg alasan pemilihan tema penelitian. Misal, pentingnya strategi marketing bagi perusahaan menurut teori Philip Kotler, pentingnya marketing mix menurt Macholm McDonald, dan kondisi temuan awal yg terkait dg marketing mix di perushdahaan X berdasarkan data perusahaan atau wawancara, serta masalah-masalah yang muncul terkait dengan pelaksanaan marketing mix dan penjualan produk berdasarkan data perusahan atau wawancara. Kondisi-kondisi tersebut menjadi alasan dilakukannya penelitian dengan judul seperti yang sudah agan pilih. Menentukan rumusan masalah. Rumusan masalah adalah pertanyaan dasar yg akan dijawab melalui penelitian. Pertanyaan penelitan ini disesuaikan dg desain risetnya, kalau kuantitatif biasanya adalah: bagaimanakah pengaruh dari (misal: pelaksanaan marketing mix) terhadap (misal: penjualan produk Y), bagaimana hubungan (misal: marketing mix) dengan (misal: penjualan produk Y) (Disesuaikan dg judulnya juga). Kalau kualitatif, dapat berupa Analisis pelaksanaan X untuk meningkatkan Y (disini X tidak dihubungkan langsung dg Y, tapi peneliti akan menguraikan kondisi X, yg dimanfaakan untuk Y. Jadi bukan menggambarkan pengaruh dari X terhadap Y). Untuk dua contoh diatas, dpt dibuat masalah kualitatif : bagaimanakah pelaksanaan marketing mix pada PT X untk meningkatkan penjualan produk A? Apa sajakah kendala yg muncul? Bagaimana upaya solusi yang dilakukan perusahaan? Menentukan tujuan penelitian. Tujuan penelitian harus sama dengan rumusan masalah, hanya saja tujuan dibuat dalam kalimat berita, bukan kalimat tanya. Pada contoh diatas, dapat dibuat tujuan a. Untuk mengetahui pengaruh marketing mix terhadap penjualan produk Y”, atau “Untuk mengetahui hubungan marketing mix terhadap penjualan produk Y” (disesuaikan dengan judul yang dipilih ya Gan). Mendeskripsikan manfaat penelitian. Manfaat pada umumnya ada dua, yaitu manfaat teoretis dan praktis. Manfaat teoretis lebih berkaitan dengan untuk menambah khasanah pengetahuan pada bidang yang di pilih, misalkan bidang manajemen pemasaran atau bidang kesehatan masyarakat. Manfaat praktis menggambarkan bahwa “hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada (sebutkan pihak-pihak yang secara dekat berkaitan dengan tema penelitian, misalkan manajemen perusahaan PT X, bagian pemasaran PT X, atau lainnya). Menyusun sistematika penulisan. Sistematika penulisan serupa dengan daftar isi , hanya saja penulisannya dibuat naratif. Contoh: Bab I, pendahuluan, terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, sistematika penulisan. Bab II, kerangka teori, terdiri dari konsep manajemen pemasaran dan konsep marketing mix. Bab III, metodologi penelitian, terdiri dari pendekatan dan jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel (untuk penelitian kuantitatif), variabel penelitian (untuk penelitian kuantitatif), sumber data dan teknik pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas data (untuk kuantitatif), pengujian keabsahan data (untuk kualitatif), prosedur penelitian (untuk PTK, menggambarkan siklus-siklus yang digunakan), dan teknik analisis data. Bab IV, Hasil penelitian dan pembahasan, berisi deskripsi lokasi penelitian, fakta temuan penelitian (untuk kualitatif, menguraikan hasil penelitian yang menjawab pertanyaan dalam rumusan masalah), deskrispi kuantitatif data (untuk kuantitatif), Analisis data (berisi analisis statistik untuk menjawab rumusan masalah), pembahasan. Bab V, berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan menjawab secara ringkas pertanyaan dalam rumusan masalah, saran penelitian menjawab manfaat penelitian. Menyusun kerangka teori atau landasan teori Kerangka teori, paling tidak disusun sesuai dengan variabel-variabel dalam judul atau tema penelitian. Pada contoh diatas, teori sekurang kurangnya memuat tentang konsep marketing mix dan peran marketing mix dalam meningkatkan penjualan produk. Untuk bidang kesehatan, seperti yang dicontohkan diatas, kerangka teori sekurang-kurangnya memuat tentang “konsep status gizi dan kekebalan tubuh”. Teori dapat ditambahkan dengan teori-teori yang relevan. Menyusun penelitian yang relevan. Penelitian yang relvan berisi penelitian-penelitian yang sudah dilakukan orang lain, yang mengadung variabel yang kita gunakan. Sumber dapat berupa jurnal, skripsi, tesis, atau disertasi, dengan menyebutkan secara jelas sumbernya. misal: “Ahmadi Yunan (2009) melakukan penelitian tentang desain iklan dan penetuan lokasi showroom untuk implementasi marketing mix pada perusahaan X guna meningkatkan penjualan produk Y. Penelitian tersebut bertujuan…, dengan metode penelitian… Hasil penelitian tersebut menunjukkan…”. Usahakan jumlah penelitian yang relevan sejumlah tiga buah. Dalam penelitian yang relevan, jelaskan persamaan dan perbedaan penelitian-penelitian tersebut dengan penelitian yang kita lakukan, terkait dengan permasalahan yang diangkat, metode penelitian, populasi dan sampel. Menyusun kerangka pikir penelitian Kerangka pikir penelitian merupakan runtutan dari adanya permasalahan sampai pada pemikiran kita tentang kerangka untuk menjawab permasalahan yang ada. Sebagai contoh: - manajemen marketing merupakan bagian penting dalam manajemen perusahaan. salah satu konsep yang berkembang adalah marketing mix yang terdiri dari 4P, yaitu price, place, produk, dan promotion. melaui implementasi 4P maka akan memperbesar peluang terjadinya pembelian, sehingga penjualan produk akan meibgkat. Menyusun metode penelitian (rinciannya penulisanya udah tuh seperti pada sistematika penulisan.) Menyusun hasil penelitian dan pembahasan.  Akhir Kata Selamat Berjuang Yah Kawan….

Tahapan Akhir Dalam Masa Kuliah

Tahap penyusunan skripsi atau baru mau mulai nyusun, pastinya terpusing pusing nie. Moga aje cepetan ilang pusingnya. Ane mau kasih dikit tips ne. Moga bermanfaat.

  1. Memilih tema. Ada bermacam cara buat milih tema, gan. Cara pertama dg memilih bidang n’ materi yg paling diminati. Misal, agan minat bidang manajemen marketing, khususnya pada poin marketing mix dikaitkan dengan penjualan produk. Untk studi kesehatan, misal agan minta di masalah gizi dikaitkan dg kekebalan tubuh. Langkah slanjutnya, agan-agan dapat kaitkan dg isu atau masalah riil yg dijumpai di suatu lokasi, misal, marketing mix di PT. X dikaitkan dengan penjualan produk Y. untuk bidang kesehatan, misal status gizi dikaitkan dengan kekebalan tubuh anak di RS X. Mengapa harus di kaitkan dengan kondisi riil di suatu lokasi? Karena penelitian skripsi adalah meneliti suatu kondisi riil dipandang dari teori-teori yang berkembang. Jadi, kondisi riil adalah poin yang utama.
  2. Menentukan judul. Dalam menentukan judul, agan-agan sebaiknya tau apakah mau buat riset kualitatif (tanpa statistik) atau kuantitatif (dg statistik). Kalau kuantitatif, agan bisa gunakan judul dg kata ‘pengaruh’ atau ‘hubungan’ yg sifatnya secara langsung mengaitkan variabel-variabel yg agan buat tadi (dalam contoh di atas adalah marketing mix dan penualan produk; status gizi dan kekebalan tubuh). Pada penelitian kuantitatif, judul jadi: pengaruh marketing mix terhadap penjualan produk A di PT X. Untk kesehatan: Pengaruh status gizi thd kekebalan tubuh anak di RS X.

    (noh, dah dapet judul kan?)
  3. Menyusun latar belakang masalah. Latar belakang masalah memuat hal hal yg melatarbelakangi penulisan, yg disertai konsep dan sumber konsep yg jelas, yg terkait dg alasan pemilihan tema penelitian. Misal, pentingnya strategi marketing bagi perusahaan menurut teori Philip Kotler, pentingnya marketing mix menurt Macholm McDonald, dan kondisi temuan awal yg terkait dg marketing mix di perushdahaan X berdasarkan data perusahaan atau wawancara, serta masalah-masalah yang muncul terkait dengan pelaksanaan marketing mix dan penjualan produk berdasarkan data perusahan atau wawancara. Kondisi-kondisi tersebut menjadi alasan dilakukannya penelitian dengan judul seperti yang sudah agan pilih.
  4. Menentukan rumusan masalah. Rumusan masalah adalah pertanyaan dasar yg akan dijawab melalui penelitian. Pertanyaan penelitan ini disesuaikan dg desain risetnya, kalau kuantitatif biasanya adalah: bagaimanakah pengaruh dari (misal: pelaksanaan marketing mix) terhadap (misal: penjualan produk Y), bagaimana hubungan (misal: marketing mix) dengan (misal: penjualan produk Y) (Disesuaikan dg judulnya juga). Kalau kualitatif, dapat berupa Analisis pelaksanaan X untuk meningkatkan Y (disini X tidak dihubungkan langsung dg Y, tapi peneliti akan menguraikan kondisi X, yg dimanfaakan untuk Y. Jadi bukan menggambarkan pengaruh dari X terhadap Y). Untuk dua contoh diatas, dpt dibuat masalah kualitatif : bagaimanakah pelaksanaan marketing mix pada PT X untk meningkatkan penjualan produk A? Apa sajakah kendala yg muncul? Bagaimana upaya solusi yang dilakukan perusahaan?
  5. Menentukan tujuan penelitian. Tujuan penelitian harus sama dengan rumusan masalah, hanya saja tujuan dibuat dalam kalimat berita, bukan kalimat tanya. Pada contoh diatas, dapat dibuat tujuan a. Untuk mengetahui pengaruh marketing mix terhadap penjualan produk Y”, atau “Untuk mengetahui hubungan marketing mix terhadap penjualan produk Y” (disesuaikan dengan judul yang dipilih ya Gan).
  6. Mendeskripsikan manfaat penelitian. Manfaat pada umumnya ada dua, yaitu manfaat teoretis dan praktis. Manfaat teoretis lebih berkaitan dengan untuk menambah khasanah pengetahuan pada bidang yang di pilih, misalkan bidang manajemen pemasaran atau bidang kesehatan masyarakat. Manfaat praktis menggambarkan bahwa “hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada (sebutkan pihak-pihak yang secara dekat berkaitan dengan tema penelitian, misalkan manajemen perusahaan PT X, bagian pemasaran PT X, atau lainnya).
  7. Menyusun sistematika penulisan. Sistematika penulisan serupa dengan daftar isi , hanya saja penulisannya dibuat naratif. Contoh:
    Bab I, pendahuluan, terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, sistematika penulisan.
    Bab II, kerangka teori, terdiri dari konsep manajemen pemasaran dan konsep marketing mix.
    Bab III, metodologi penelitian, terdiri dari pendekatan dan jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel (untuk penelitian kuantitatif), variabel penelitian (untuk penelitian kuantitatif), sumber data dan teknik pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas data (untuk kuantitatif), pengujian keabsahan data (untuk kualitatif), prosedur penelitian (untuk PTK, menggambarkan siklus-siklus yang digunakan), dan teknik analisis data.
    Bab IV, Hasil penelitian dan pembahasan, berisi deskripsi lokasi penelitian, fakta temuan penelitian (untuk kualitatif, menguraikan hasil penelitian yang menjawab pertanyaan dalam rumusan masalah), deskrispi kuantitatif data (untuk kuantitatif), Analisis data (berisi analisis statistik untuk menjawab rumusan masalah), pembahasan.
    Bab V, berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan menjawab secara ringkas pertanyaan dalam rumusan masalah, saran penelitian menjawab manfaat penelitian.
  8. Menyusun kerangka teori atau landasan teori
    Kerangka teori, paling tidak disusun sesuai dengan variabel-variabel dalam judul atau tema penelitian. Pada contoh diatas, teori sekurang kurangnya memuat tentang konsep marketing mix dan peran marketing mix dalam meningkatkan penjualan produk. Untuk bidang kesehatan, seperti yang dicontohkan diatas, kerangka teori sekurang-kurangnya memuat tentang “konsep status gizi dan kekebalan tubuh”. Teori dapat ditambahkan dengan teori-teori yang relevan.
  9. Menyusun penelitian yang relevan. Penelitian yang relvan berisi penelitian-penelitian yang sudah dilakukan orang lain, yang mengadung variabel yang kita gunakan. Sumber dapat berupa jurnal, skripsi, tesis, atau disertasi, dengan menyebutkan secara jelas sumbernya. misal: “Ahmadi Yunan (2009) melakukan penelitian tentang desain iklan dan penetuan lokasi showroom untuk implementasi marketing mix pada perusahaan X guna meningkatkan penjualan produk Y. Penelitian tersebut bertujuan…, dengan metode penelitian… Hasil penelitian tersebut menunjukkan…”. Usahakan jumlah penelitian yang relevan sejumlah tiga buah. Dalam penelitian yang relevan, jelaskan persamaan dan perbedaan penelitian-penelitian tersebut dengan penelitian yang kita lakukan, terkait dengan permasalahan yang diangkat, metode penelitian, populasi dan sampel.
  10. Menyusun kerangka pikir penelitian
    Kerangka pikir penelitian merupakan runtutan dari adanya permasalahan sampai pada pemikiran kita tentang kerangka untuk menjawab permasalahan yang ada. Sebagai contoh:
    - manajemen marketing merupakan bagian penting dalam manajemen perusahaan. salah satu konsep yang berkembang adalah marketing mix yang terdiri dari 4P, yaitu price, place, produk, dan promotion. melaui implementasi 4P maka akan memperbesar peluang terjadinya pembelian, sehingga penjualan produk akan meibgkat.
  11. Menyusun metode penelitian
    (rinciannya penulisanya udah tuh seperti pada sistematika penulisan.)
  12. Menyusun hasil penelitian dan pembahasan.

 Akhir Kata Selamat Berjuang Yah Kawan….

Aksi sosial JCI Chapter Malang #1 Pada tanggal 15 Januari 2012 Juventus Club Indonesia Chapter Malang melakukan Sebuah kegiatan sosial “One Goal for Charity” yang bertempat di Panti Asuhan KH. Mas Mansyur Malang. Kegiatan yang telah berjalan selama 1 bulan ini berasal dari acara nonton bareng Juventini-Juvedona Malang di Viva Futsal. Dimana saat Juventus mencetak Goal para member mengkonversikan kegembiraannya lewat kotak amal yang disediakan. Adapun sumbangan yang di salurkan yaitu sebesar Rp.1.320.000 dari hasil nonton bareng selama satu bulan dan donasi salah satu member JCI Chapter Malang sebesar Rp. 1.000.000 Kegiatan ini merupakan kegiatan sosial yang dilakukan 1 bulan sekali dengan mengunjungi beberapa Panti Asuhan yang berada di Malang, Inti kegiatan ini adalah memperkenalkan bahwa dari sepakbola Kita bisa berbagi kebahagiaan bersama tanpa mengenal batasan yang ada. “If We can happy when Juventus makes Goal,  why can’t we make another happy with it? Forza Juventus Club Indonesia, Magica Juventus.

Aksi sosial JCI Chapter Malang #1

one Goal for Charity

Pada tanggal 15 Januari 2012 Juventus Club Indonesia Chapter Malang
melakukan Sebuah kegiatan sosial “One Goal for Charity” yang bertempat
di Panti Asuhan KH. Mas Mansyur Malang. Kegiatan yang telah berjalan
selama 1 bulan ini berasal dari acara nonton bareng Juventini-Juvedona
Malang di Viva Futsal. Dimana saat Juventus mencetak Goal para member
mengkonversikan kegembiraannya lewat kotak amal yang disediakan.

Adapun sumbangan yang di salurkan yaitu sebesar Rp.1.320.000 dari hasil nonton bareng selama satu bulan dan donasi salah satu member JCI Chapter Malang sebesar Rp. 1.000.000

Kegiatan ini merupakan kegiatan sosial yang dilakukan 1 bulan sekali
dengan mengunjungi beberapa Panti Asuhan yang berada di Malang, Inti
kegiatan ini adalah memperkenalkan bahwa dari sepakbola Kita bisa
berbagi kebahagiaan bersama tanpa mengenal batasan yang ada.
“If We can happy when Juventus makes Goal,  why can’t we make another
happy with it?
Forza Juventus Club Indonesia, Magica Juventus.

Arti dari Kebersamaan dalam hidupmu? Kita bersyukur mendapatkan hidup yang layak  disini,khususnya  di Indonesia.”Tuhan menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan namun bukan berarti pasangan itu puas dengan apa yang diberikan tuhan”.Masih banyak pasangan-pasangan yang lain yang belum terikat dengan arti kata “pasangan ” itu. Disebuah kehidupan kita diharuskan bersosialisasi dengan lingkungan, kerabat dan lain-lain.maka dapat disimpulkan kehidupan itu  adalah jasad dan manusia adalah rohnya.sebab roh ini sangat penting untuk menggerakkan kehendak/naluri sang jasad.Sosialisasi merupakan pengenalan atas apa yang terjadi disekitar kehidupan kita dan sosialisasi ini bisa dikatakan sebuah iman/keyakinan.Apabila kita melihat apa yang terjadi di lingkungan sekitar ,dapat diartikan kita mendapat petunjuk agar  lebih terikat lagi. Dimasa seperti ini kita tak lagi memperdulikan lingkungan,dimana kita tinggal.Siapa yang kita kenal seperti  tak mengenali kita,bahkan bisa menjadi lawan.Rasa egois seperti  roh,Individual seperti sebuah keimanan.Hal seperti ini   perlu diperhatikan pada Kita semua dan kita harus sadar “masuk ke surga itu,bukan hanya Aku(Kamu)”   melainkan kita harus peduli dengan lingkungan dan manusia. Kita harus bersyukur dengan adanya kata “Kebersamaan” tak tahulah kebersamaan ini tercipta atas perbuatan atau hanya sekedar kata-kata. Kebersamaan adalah sebuah kata,yang  artinya “segala hal atau kegiatan dilakukan dengan bersama-sama tidak perduli itu kelompok  atau komunitas bahkan golongan”.Nah,kalau secara perbuatan kebersamaan ini  adalah “Berat sama dipikul,ringan sama dijinjing”.Mungkin semua orang  akan senang atau mengatakan  YES pada kebersamaan. Seandainya, khususnya Indonesia saja apabila mempunyai rasa kebersamaan yang kuat mungkin tidak akan pernah ada orang Kaya atau Miskin yang ada adalah Kesederhanaan.Namun Indonesia tidak seperti angan-angan yang terbesit tadi karena amat susah menggambarkan Negara kita ini.Belum mengurusi kelompoknya sendiri,belum juga kehidupan pribadinya mungkin itu secuil  dari kebersamaan tetapi  ingat “tuhan menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan namun bukan berarti pasangan itu puas dengan apa yang diberikan tuhan”.Berarti masih ada pasangan yang belum menjadi pasangan Anda.Dapat diartikan kepentingan kelompok Anda saat ini  belum berbuah apa-apa bahkan mendiskriminasikan???Semoga Tuhan menuntun untuk lebih baik.Amin!!! Marilah kita memaknai sebuah kata demi kata dari tulisan orang yang tak ada harganya ini, yang  hidupnya  seperti sampah dan mungkin bisa diperbaharui lagi apabila Anda mengaplikasikan kata-kata diatas…Salam Peace n Love  untuk Semua…

Arti dari Kebersamaan dalam hidupmu?

Sebuah Perjalanan Kehidupan

Kita bersyukur mendapatkan hidup yang layak  disini,khususnya  di Indonesia.”Tuhan menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan namun bukan berarti pasangan itu puas dengan apa yang diberikan tuhan”.Masih banyak pasangan-pasangan yang lain yang belum terikat dengan arti kata “pasangan ” itu.

Disebuah kehidupan kita diharuskan bersosialisasi dengan lingkungan, kerabat dan lain-lain.maka dapat disimpulkan kehidupan itu  adalah jasad dan manusia adalah rohnya.sebab roh ini sangat penting untuk menggerakkan kehendak/naluri sang jasad.Sosialisasi merupakan pengenalan atas apa yang terjadi disekitar kehidupan kita dan sosialisasi ini bisa dikatakan sebuah iman/keyakinan.Apabila kita melihat apa yang terjadi di lingkungan sekitar ,dapat diartikan kita mendapat petunjuk agar  lebih terikat lagi.

Dimasa seperti ini kita tak lagi memperdulikan lingkungan,dimana kita tinggal.Siapa yang kita kenal seperti  tak mengenali kita,bahkan bisa menjadi lawan.Rasa egois seperti  roh,Individual seperti sebuah keimanan.Hal seperti ini   perlu diperhatikan pada Kita semua dan kita harus sadar “masuk ke surga itu,bukan hanya Aku(Kamu)”   melainkan kita harus peduli dengan lingkungan dan manusia.

Kita harus bersyukur dengan adanya kata “Kebersamaan” tak tahulah kebersamaan ini tercipta atas perbuatan atau hanya sekedar kata-kata. Kebersamaan adalah sebuah kata,yang  artinya “segala hal atau kegiatan dilakukan dengan bersama-sama tidak perduli itu kelompok  atau komunitas bahkan golongan”.Nah,kalau secara perbuatan kebersamaan ini  adalah “Berat sama dipikul,ringan sama dijinjing”.Mungkin semua orang  akan senang atau mengatakan  YES pada kebersamaan. Seandainya, khususnya Indonesia saja apabila mempunyai rasa kebersamaan yang kuat mungkin tidak akan pernah ada orang Kaya atau Miskin yang ada adalah Kesederhanaan.Namun Indonesia tidak seperti angan-angan yang terbesit tadi karena amat susah menggambarkan Negara kita ini.Belum mengurusi kelompoknya sendiri,belum juga kehidupan pribadinya mungkin itu secuil  dari kebersamaan tetapi  ingat “tuhan menciptakan manusia dengan berpasang-pasangan namun bukan berarti pasangan itu puas dengan apa yang diberikan tuhan”.Berarti masih ada pasangan yang belum menjadi pasangan Anda.Dapat diartikan kepentingan kelompok Anda saat ini  belum berbuah apa-apa bahkan mendiskriminasikan???Semoga Tuhan menuntun untuk lebih baik.Amin!!!

Marilah kita memaknai sebuah kata demi kata dari tulisan orang yang tak ada harganya ini, yang  hidupnya  seperti sampah dan mungkin bisa diperbaharui lagi apabila Anda mengaplikasikan kata-kata diatas…Salam Peace n Love  untuk Semua…